Masalah Utama Reseller: Jualan Hanya Ramai di Awal Saja, Kehabisan Prospek, Gak Ada Yg Melihat Promosi

Banyak sekali reseller atau pebisnis online mengeluhkan 2 hal ini:

1) Ketika masih awal-awal jualan, masih banyak orang yg beli. Tapi semakin lama semakin sepi

2) Setiap hari posting jualan di Facebook, tapi gak laku-laku juga. Jangankan laku, yg nge-like aja gak ada 😄

Jika Anda merasakan 2 hal diatas, bacalah artikel ini dengan baik dan berulang-ulang.

Dan untuk mengatasi 2 masalah klasik diatas, Anda punya senjata yg namanya Facebook Marketing


Berikut ini adalah prinsip-prinsip dasar dalam Facebook Marketing:

1. Tingkatkan jumlah friend Anda sampai 5000 orang TERTARGET

Apa maksudnya TERTARGET? Artinya friends Anda nanti semuanya harus punya interest yg sama dengan produk jualan Anda.

Misal Anda jualan mainan anak. Maka Anda harus nge-add ibu-ibu yg punya anak, atau ibu-ibu pemerhati anak. Jangan nge-add bapak-bapak ganteng, itu namanya gak sesuai target, gak ada gunanya untuk jualan.

Misal Anda jualan obat herbal. Maka Anda harus nge-add bapak2 atau ibu2 yg juga punya minat pada kesehatan dan usianya diatas 35 tahun. Jangan nge-add ABG-ABG alay yg kerjanya cuman haha hihi di Facebook tapi nihil pendapatan.

Misalkan lagi Anda punya usaha catering delivery order di Kota Malang. Maka Anda harus nge-add mahasiswa-mahasiswi atau anak-anak indekost di Malang dan sekitarnya.

Bagaimana caranya mencari member Facebook yg TERTARGET?

Anda blusukan ke grup-grup Facebook yg bertema sama dengan produk jualan Anda. Lalu add semua membernya.

Cara lainnya, Anda follow atau Like Pages-Pages yg satu tema juga dengan produk Anda. Jika Pages tsb nge-posting, kan bisa kelihatan tuh siapa yg ngelike postingannya. Maka Anda add orang-orang yg ngelike postingannya si Pages tadi.

Bayangkan, jika Anda konsisten melakukan hal ini, sehari nge-add 10 orang saja yg tertarget, maka dalam sebulan Anda sudah punya 300 orang tertarget.

Semua friend tertarget ini adalah prospek Anda, calon pembeli produk Anda.

Jadi, untuk mengatasi point nomor 1 diatas adalah: Anda harus menambah prospek yg tertarget.

Semakin besar prospek Anda, maka semakin besar calon pembeli produk Anda.

Faktor KOENTJI agar jualan Anda stabil (tidak ramai di awal saja) dan bahkan terus meningkat adalah = mencari prospek baru secara KONSISTEN


2. Jangan Langsung Jualan, Ingat Prinsip: Sharing-Sharing Dahulu Selling-Selling Kemudian

Hampir setiap hari ada ratusan ibu-ibu yg japri ke saya: "Kang Erwin, saya setiap hari sudah posting jualan di Facebook, saya sudah konsisten jualan, kok penjualan masih nol?"

Jelas ini salah prinsip. Seharusnya yg konsisten adalah SHARINGNYA bukan jualannya.

Misal Anda jualan mainan anak. Sering-seringlah Anda sharing tentang parenting, perkembangan kecerdasan anak, pertumbuhan anak, dan tonjolkan manfaat-manfaat dari produk mainan anak yg Anda jual.

Menonjolkan manfaat-manfaat dari produk yg And jual, secara tidak langsung Anda melakukan Soft Selling.

Orang tidak akan suka jika dia hanya diberondong promo produk (hard selling).

Lakukan sharing-sharing ini secara konsisten, bukan posting promonya yg konsisten.

Anda tidak perlu menjadi seorang expert parenting untuk sharing-sharing tentang dunia anak. Sharing saja apa yg Anda tau dan apa yg Anda pelajari.

Setelah konsisten melakukan sharing, secara otomatis akan terjadi INTERAKSI dengan 5000 friend tertarget Anda tadi.

Jika sudah terjalin interaksi, maka Anda akan jauh jauh jauh lebih mudah dalam jualan dan closing.

Ingat, FB Personal itu tingkat engagement-nya lebih tinggi daripada FB Pages.

Dan menawarkan produk secara personal dari hasil interaksi tingkat closingnya juga jauh lebih tinggi daripada Anda hanya sekedar posting2 jualan.

Sudah capek-capek konsisten posting jualan, tapi penonton sepi karena gak targeted, penjualannya nihil lagi. Kan sedih 😭

Jadi untuk jualan di Facebook supaya ramai selalu ingat prinsip Sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian.

Jadi disini yg jualan fashion, mulailah menulis postingan tentang tips-tips fashion.

Yg jualan produk2 kesehatan, mulailah menulis tentang tips-tips kesehatan.

Yg jualan kosmetik, mulailah menulis tentang tips-tips kecantikan.

Sebagai reseller, Anda tidak cukup menguasai produknya saja, Anda juga harus menguasai bidang dari produk Anda

Bagaimana caranya? Ya lagi-lagi harus belajar.

Ini semua semata-mata untuk membangun audience atau follower.

Jika audience Anda besar, mau promosi apapun juga mudah closingnya.

Kalau gak punya audience, ya jelas saja promosi Anda hanya discroll kebawah doang 😄

Dipraktekkan ya....

KRITIK DAN SARAN